Tekan Lonjakan Harga Cabai, Pemko Pekanbaru Gelar Pasar Murah Tiap Pekan

Wali-Kota-Pekanbaru-Agung-Nugroho11.jpg
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho (Herianto Wibowo/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus menggencarkan kegiatan pasar murah setiap pekan guna membantu masyarakat menghadapi lonjakan harga bahan pokok, terutama cabai yang kini menembus lebih dari Rp100 ribu per kilogram.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho mengatakan program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga sekaligus menekan laju inflasi di daerah.

“Kita lakukan pasar murah tiap pekan, tapi memang harga cabai saat ini tembus di angka 100 ribu lebih. Karena itu, kami melakukan subsidi untuk masyarakat melalui pasar murah agar inflasi tidak semakin tinggi,” ujar Agung, Senin 6 Oktober 2025.

Agung menjelaskan, Pemko Pekanbaru akan memperluas jangkauan pasar murah hingga ke tingkat kelurahan dengan pola pelaksanaan maraton mulai Selasa 7 Oktober 2025.


Fokus utama kegiatan ini adalah menyediakan bahan kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan signifikan, seperti cabai, beras, dan minyak goreng.

“Besok kita akan lakukan maraton pasar murah tingkat kelurahan, khususnya untuk bahan sembako yang harganya tinggi,” jelasnya.

Menurut Agung, kenaikan harga cabai yang cukup drastis ini tidak hanya terjadi di Pekanbaru, tetapi juga di berbagai daerah lain di Indonesia akibat terbatasnya pasokan dari sentra produksi.

“Tentu ini bukan hanya di Pekanbaru saja, tapi rata-rata daerah juga mengalami kenaikan harga cabai,” tambahnya.

Melalui kegiatan pasar murah rutin dan mekanisme subsidi harga, Pemko Pekanbaru berharap dapat menjaga daya beli masyarakat dan mencegah inflasi daerah melonjak lebih tinggi.

“Pasar murah ini bukan hanya intervensi sesaat, tapi bagian dari upaya jangka pendek dan menengah kita untuk menstabilkan harga. Kita ingin masyarakat tetap bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” tutur Agung.