Cerita Ayah Korban Angkat Tubuh Anaknya yang Sudah Tak Bernyawa di Bekas Kolam Ikan

Cerita-Ayah-Korban-Angkat-Tubuh-Anaknya-yang-Sudah-Tak-Bernyawa-di-Bekas-Kolam-Ikan.jpg
Wira Saputra, ayah Muhammad Raziq yang meninggal di kolam tak terawat di Kabupaten Kampar. (Defri Candra/Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Rasa sakit dan perih dirasakan oleh kedua orang tua dari korban tenggelam Muhammad Raziq Ramadhan. Balita lima tahun tersebut dilaporkan tewas tenggelam di bekas kolam ikan yang ada di sekitar tempat tinggalnya. 

Wira Saputra, ayah Muhammad Raziq tak kuasa menahan air mata saat melihat anaknya terbujur kaku dan tenggelam di bekas kolam ikan dekat rumahnya di Jalan Sarana Utama Rimbo panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau. 

Muhammad Raziq, anak ke tiga dari empat bersaudara itu diajak oleh dua orang teman-temannya untuk mandi bersama di bekas kolam ikan dekat rumah. Namun, dua temannya tadi meski sudah membuka baju namun mengurungkan niat untuk mandi, sedangkan Raziq sudah lebih dulu masuk ke dalam kolam. 

Melihat Raziq tak bisa berenang dan tak kunjung keluar. Kedua temannya tadi lari dan memanggil bantuan. Orangtua Raziq mendengar anaknya tenggelam bergegas lari ke lokasi tersebut, namun didapati anaknya sudah tak bernyawa lagi. 

Teriakan tangis dengan memanggil nama Raziq sambil diangkat membuat tetangga dan warga sekitar berhamburan keluar rumah. 


"Kronologi saat itu, anak saya diajak teman-teman mandi. Kata teman-temannya dangkal. Karena penasaran anak saya masuk dan tenggelam," ujar Wira Saputra di rumah duka sambil meneteskan air mata, Sabtu, 27 September 2025.

Wira juga mengatakan kalau anaknya tidak pernah main ke sana (TKP) sebelumnya, karena di ajak dua orang temannya tersebut. 

"Saya menemukannya dalam posisi tertelungkup di dalam kolam, lalu saya gendong ke rumah," jelasnya. 

Wira yang sudah enam tahun tinggal di Jalan Sarana Utama, baru mengetahui kalau di dekat tempat tinggalnya ada kolam ikan. 

"Saya sudah 6 tahun tinggal disini, tapi tidak tahu ada kolam karena tertutup semak-semak," lanjutnya. 

Wira juga berterima kasih kepada Kapolres Kampar, AKBP Boby Putra Ramadan Sebayang atas kunjungannya ke rumah duka bersama jajaran. 

"Terima kasih kepada bapak Kapolres yang sudah datang ke rumah saya. Saya hanya ingin anak saya tenang disana dan pemilik lahan di proses, " pungkasnya.