15 Tahun Belum Balik Modal, DPRD Riau Sebut BUMD Penyebab Defisit Anggaran

Anggota-DPRD-Provinsi-Riau-Daerah-Pemilihan-Dapil-Pelalawan-Siak-Abdullah.jpg
Anggota DPRD Provinsi Riau, Abdullah. (Istimewa)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Anggota Komisi III DPRD Provinsi Riau Abdullah menyebut sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Riau hanya menjadi penyebab Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Riau mengalami defisit.

Pasalnya, perusahaan-perusahaan daerah tersebut bukannya memberikan keuntungan dan menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD), tapi justru terus 'menyusu' kepada APBD Riau.

"Ada yang sudah 15 tahun dan 20 tahun beroperasi, jangankan memberikan deviden atau keuntungan, balik modal saja tidak bisa. Ada yang sudah dimodali Rp122 miliar, 15 tahun baru balik Rp22 miliar kepada APBD," ujarnya.


"Kenyataannya yang membuat duit tidak cukup dan akhirnya defisit ya BUMD," tegasnya.

Ia menjelaskan, Komisi III DPRD Provinsi Riau sudah memanggil manajemen BUMD yang ada di Riau. Dalam pertemuan tersebut, pihaknya meminta agar direktur perusahaan bekerja lebih maksimal dan meningkatkan target penghasilan.

"Kita minta satu tahun ini agar para direktur meningkatkan target penghasilan. Jika tidak mampu, silahkan mundur daripada diberhentikan," pungkasnya.