Apel Akbar Satkamling di MPP Jadi Simbol Persatuan Jaga Lingkungan

Apel-Akbar-Satkamling-di-MPP-Jadi-Simbol-Persatuan-Jaga-Lingkungan.jpg
Apel akbar Satkamling di halaman MPP Pekanbaru, Kamis, 11 September 2025. (Defri Candra/Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kepolisian Daerah (Polda) Riau menggelar Apel Akbar Satkamling yang diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai RT dan RW se-Provinsi Riau di Mal Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru, Kamis, 11 September 2025.

Acara ini menjadi momen penting dalam memperkuat solidaritas dan tanggung jawab bersama masyarakat sebagai garda terdepan dalam menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan masing-masing.

Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan bentuk nyata kolaborasi antara masyarakat dan aparat keamanan. 

Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling) didorong untuk menjadi bagian integral dari sistem keamanan berbasis komunitas yang aktif dan berkelanjutan.

"Kita patut berbangga bahwa Apel Akbar ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kolaborasi, komunikasi, dan semangat gotong royong dalam menjaga keamanan. Satkamling adalah wujud nyata dari tanggung jawab dan solidaritas bersama," ujar Irjen Herry dalam amanatnya.

Irjen Herry juga menyinggung situasi nasional yang belakangan ini diwarnai oleh berbagai aksi unjuk rasa yang tak jarang berujung kericuhan. 

Namun, ia menyampaikan apresiasi atas situasi kondusif di Riau, khususnya di Kota Pekanbaru, di mana penyampaian aspirasi masyarakat dapat berlangsung secara aman, tertib, dan damai.


"Kita semua prihatin dengan situasi nasional yang kerap diwarnai aksi demonstrasi anarkis. Namun, Alhamdulillah, di Riau terutama di Pekanbaru penyampaian aspirasi dapat dilakukan dengan cara yang santun dan damai. Ini bukti bahwa masyarakat kita dewasa dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan," jelasnya.

Jenderal bintang dua itu juga menekankan pentingnya pendekatan preventif dalam menjaga keamanan. Menurutnya, keamanan harus dijaga bukan hanya setelah terjadi kejadian, tetapi jauh hari sebelumnya melalui tindakan pencegahan dan pelibatan aktif masyarakat.

"Keamanan bukan hanya soal reaksi, tetapi juga soal antisipasi. Maka, upaya preventif perlu kita kedepankan. Satkamling menjadi instrumen strategis dalam membangun sistem keamanan dari bawah, dari lingkungan paling kecil. Ini membutuhkan hati yang tulus dan kerja sama yang solid," tegasnya.

Satkamling, lanjut Kapolda, harus dikembangkan sebagai komunitas pengamanan yang berbasis nilai kekeluargaan dan rasa memiliki antarwarga. 

Herry menyebutkan bahwa keberhasilan Satkamling hanya dapat tercapai melalui kerja kolektif, gotong royong, dan semangat saling melindungi.

"Kita tidak bisa bekerja sendiri. Keamanan harus dibentuk melalui kerja bersama, dengan membangun ‘barrier’ atau penghalang dari dalam masyarakat sendiri. Satkamling adalah benteng pertama yang harus kita perkuat," tambahnya.

Dalam kesempatan itu pula, Irjen Herry memperkenalkan konsep Green Policing atau Pemolisian Hijau, sebagai bentuk perluasan peran Satkamling dalam menjaga lingkungan hidup.

"Kami akan kolaborasikan Satkamling dengan konsep Green Policing. Artinya, selain menjaga keamanan, masyarakat juga diajak menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Karena keamanan dan kelestarian alam adalah dua hal yang saling berkaitan," jelasnya.

Lulusan Akpol 1996 itu menutup sambutannya dengan ajakan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk terus mengaktifkan kembali Satkamling di wilayah masing-masing, menjadikannya wadah partisipasi, edukasi, dan penjaga harmoni sosial.

"Satkamling bukan hanya milik aparat, tetapi milik kita semua. Mari kita aktifkan kembali Satkamling sebagai bentuk cinta kita pada lingkungan, pada tetangga, dan pada ketertiban bersama. Dari lingkungan kecil, kita bisa menciptakan keamanan yang besar," pungkasnya.