RIAU ONLINE - Kondisi bangsa Indonesia yang tengah dirundung amarah turut mendapat sorotan pendakwah asal Riau, Ustadz Abdul Somad (UAS). Melalui puisi berjudul "AMUK" yang diunggah di akun Instagram resminya, @ustadzabdulsomad_official, UAS diduga memberikan kritikan tajam untuk pemerintah.
Janji-janji pemerintah yang tak kunjung terealisasi turut disinggung UAS dalam puisinya. UAS bahkan secara gamblang menyeret nama tiga tokoh publik yang kini duduk di parlemen: Uya Kuya, Eko Patrio, dan Ahmad Sahroni.
UAS menyuarakan kekecewaan masyarakat yang telah lama terpendam melalui bait-bait yang lugas dan metafora yang menusuk. Ia menggambarkan kemarahan publik yang terakumulasi dan siap meledak.
Dalam unggahannya, UAS menyertakan foto yang menunjukkan kerumunan massa, yang oleh beberapa media diidentifikasi sebagai momen saat kediaman Ahmad Sahroni digeruduk massa beberapa waktu lalu.
UAS dengan gamblang mengkritik sejumlah janji pemerintah yang dianggapnya hanya pemanis di masa kampanye. Mulai dari Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang disebut memanjakan, hingga janji mobil Esemka dan 19 juta lapangan kerja yang tak kunjung tiba.
Isu sensitif mengenai wacana perpanjangan masa jabatan presiden juga tak luput dari sindiran pedasnya. UAS menuding adanya nafsu politik untuk melanggengkan kekuasaan, bahkan dengan mengorbankan konstitusi demi kepentingan keluarga.
UAS juga menyoroti berbagai persoalan lain yang membuat publik muak, mulai dari isu ijazah palsu, peran buzzer yang meresahkan, hingga beban pajak yang dianggap terlalu banyak. Ia menyuarakan aspirasi rakyat kecil yang sesungguhnya sederhana.
Di akhir puisinya, UAS memberikan peringatan keras bahwa kesabaran rakyat ada batasnya. Menurutnya, orang yang lapar tidak bisa hanya diberi nasihat untuk bersabar, karena bisa berujung pada tindakan yang lebih nekat.
Puisi tersebut dengan cepat viral dan memicu beragam reaksi warganet. Unggahan puisi "AMUK" telah dibanjiri ribuan komentar dari warganet, memicu diskusi luas mengenai kondisi pemerintahan dan arah bangsa, sebagaimana dilansir dari Suara.com, Minggu, 31 Agustus 2025.
AMUK
Oleh: UAS
Mengamuk seperti nyamuk
Ramai berdengung dan menusuk
Pernah membunuh namrudz terkutuk
400 tahun berkuasa di pucuk
Tumbang jatuh terkulai membusuk
Seperti batang kayu lapuk
Nampak kokoh padahal remuk
Kemarahan yang mengkristal
Terus menggumpal
Seperti ikan buntal
Pecah terpental
Berakibat fatal
Uya, Eko dan Sahroni hanya lagi sial
Hari sial yang tak punya tanggal
Masyarakat sudah lama kecewa
Mereka dimiskinkan tapi tidak gila
Dimanjakan BLT tiap pilpres dan pilkada
Janji-janji semata
Esemka tak kunjung tiba
Investor katanya antri ternyata tak ada
Katanya tak ada nafsu politika
Nyatanya mintak periode ketiga
Konstitusi diperkosa
Demi anak menantu berkuasa
Janji dan bohong semakin nyata
19 juta lapangan kerja
Tak kunjung tiba
Luka semakin menganga
Bertambah sakit kepala
Dari ijazah palsu sampai fufufafa
Jenuh, muak, bosan, nyaris putus asa
Masyarakat tidak minta banyak
Beri jalan yang layak
Anak sekolah murah dan enak
Tamat sekolah kerja tampak
Kalau sakit berobat tak tebayak
Jangan terlalu banyak pajak
Buzzer jangan diternak
Orang lapar
Jangan disuruh sabar
Bisa makin sangar
Menjarah dan membakar
Berikan solusi segar bukan kelakar
Tunjuk ajar supaya pintar
Agar hidup menjadi benar

