827 Anak Putus Sekolah di Pekanbaru Ikuti Ujian Kesetaraan SD dan SMP

Ilustrasi-anak-sekolah6.jpg
Ilustrasi anak sekolah (DOK. Humas Kemenkeu)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Sebanyak 827 anak putus sekolah di Kota Pekanbaru mengikuti ujian kesetaraan paket A dan B untuk jenjang pendidikan sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, yang difasilitasi Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru.

Sekretaris Disdik Kota Pekanbaru Syafrian Tommy menjelaskan anak-anak yang hendak ikut sekolah nonformal tersebut bisa belajar di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

"Kita sudah koordinasikan dengan PKBM untuk menerima anak-anak putus sekolah, saat ini prosesnya sedang berjalan," katanya di Pekanbaru, Kamis, 28 Agustus 2025.

Ratusan anak yang akan ikut ujian kesetaraan tersebut merupakan hasil penjaringan anak putus sekolah yang jumlahnya mencapai 1.400 anak. Selain difasilitasi untuk ujian kesetaraan, selebihnya akan dimasukkan kembali ke sekolah formal untuk melanjutkan pendidikan.


Data yang diterima Disdik Kota Pekanbaru, lanjutnya, diklasifikasikan ke beberapa klaster. Ada klaster ijazah tertahan, putus SD dan SMP serta klaster ujian kesetaraan.

"Jadi, nanti ada yang kita arahkan untuk belajar di sekolah formal. Ada juga yang ikut ujian kesetaraan SD dan SMP," paparnya.

Tommy mengimbau agar orangtua anak-anak putus sekolah yang belum mendapat informasi bisa datang ke sekolah terdekat. Ia memastikan bahwa kecamatan sudah berkomunikasi terkait distribusi anak putus sekolah di beberapa lokasi.

Orangtua dari anak-anak tersebut bisa membawa anaknya untuk mendaftarkan diri ke sekolah. Seluruh data anak-anak putus sekolah yang bakal melanjutkan pendidikan masuk Data Pokok Pendidikan (Dapodik).(ANTARA)