RIAU ONLINE, PEKANBARU – Presiden RI, Prabowo Subianto, mengisahkan kembali sosok perwira TNI yang begitu berpengaruh dalam perjalanan hidupnya, Mar TNI (Purn) Azwar Syam.
Menurut Prabowo, dialah sosok yang menempa dirinya sejak masih taruna di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) Magelang tahun 1970.
Hari-hari pertama di AKABRI, Prabowo mengaku perhatiannya langsung tertuju pada Azwar Syam, Komandan Kompi 2 Batalyon C4. Tubuhnya kurus, berwajah keras dengan sorot mata tajam, namun penampilannya rapi dengan baret ungu, baju hijau lusuh tapi disetrika hingga kaku, kopel mengkilat, dan sepatu yang selalu terawat.
“Sosok inilah yang sangat besar memengaruhi saya sampai saat ini,” ujar Prabowo, dalam buku Kepemimpinan Militer 1: Catatan dari Pengalaman Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto, dikutip RIAU ONLINE, Minggu, 24 Agustus 2025.
Prabowo mengenang, Azwar Syam bukan hanya teladan soal kerapian, tetapi juga soal ketegasan. Bahkan, kata Prabowo, dialah orang pertama yang berani menempeleng dirinya di hari-hari awal pendidikan.
“Orang yang pertama kali menempeleng saya, selain kedua orang tua saya, tentunya, adalah beliau,” ungkap Prabowo.
Peristiwa itu terjadi saat ia kedapatan menyimpan sepotong gula jawa di kantong celana, pemberian senior. Sang senior berbisik kepada Prabowo, bahwa dengan memakan gula jawa akan membuat tubuh tetap prima, tidak mudah lelah.
Meski tidak mengerti maksud dari seniornya. Prabowo taruna junior, menerima gula jawa itu dan menaruhnya di kantong celana.
Sesaat kemudian, apel tiba-tiba digelar. Letnan KKO Azwar Syam memeriksa para taruna satu per satu. Ketika tiba giliran Prabowo, Azwar Syam tanpa banyak bicara, merogoh saku Prabowo dan langsung mendaratkan tamparan keras di wajah taruna muda tersebut.
“Dia lantas bertanya, “Ada apa ini?”” kenang Prabowo
“Tanpa babibu, beliau langsung menempeleng saya. Poook. Kira-kira begitu bunyinya. Sakit dan menyakitkan,” kata Prabowo.
Prabowo yang terkejut mempertanyakan alasan di balik perlakuan san komandan. Ia bahkan membandingkannya dengan pendidikan di luar negeri, seperti di Inggris, menempeleng itu tidak boleh.
Namun kini, Prabowo mengaku mendapat “kehormatan” sebagai taruna pertama yang ditempeleng di Kompi 2 C4.
“Ajaibnya, saya tidak membenci Letnan Azwar Syam yang telah menempeleng saya di depan taruna-taruna lain tersebut. Bahkan, lambat laun timbul rasa hormat dan sayang kepada beliau,” Prabowo bercerita.
Keteladanan itu terus ia rasakan. Azwar Syam selalu datang pertama dalam apel, memeriksa senjata dengan detail, dan memastikan setiap anak buahnya lulus meski nilainya pas-pasan.
Bagi Prabowo, sosok Azwar Syam bukan sekadar komandan, tetapi juga guru sejati. Bahkan ketika ia mendirikan Partai Gerindra, Azwar Syam turut aktif bergerak hingga ke akar rumput, ikut memastikan muridnya melangkah lebih jauh.
“Tanpa banyak santi aji, nasihat, tapi beliau telah membentuk kami-kami ini para anak buahnya dengan keteladanan yang nyata,” ujarnya.
Puluhan tahun setelah lulus, Prabowo akhirnya kembali bertemu sang komandan di Palu, 2003. Ia terkejut melihat sosok yang masih dikenalnya meski sudah sepuh.
Dalam forum Partai Golkar kala itu, Prabowo menyebut Azwar Syam sebagai pelatih yang membentuk dirinya hingga bisa menjadi Letnan Jenderal. “Bagi mereka yang menganggap Prabowo Subianto itu keras jangan salahkan saya. Tapi salahkan Pak Azwar Syam karena dia yang menggembleng saya,” selorohnya, disambut tawa hadirin.
Di mata Prabowo, sosok Azwar Syam bukan sekadar komandan, tetapi guru sejati. Bahkan ketika ia mendirikan Partai Gerindra, Azwar Syam turut aktif bergerak hingga ke akar rumput, ikut memastikan muridnya melangkah lebih jauh.
Ketika ia menjadi calon Presiden, Azwar Syam tetap berada di barisan, membantu kampanye hingga ke pelosok. Dedikasinya, kata Prabowo, semata agar muridnya bisa sukses melampaui dirinya.
“Bahkan tak sungkan untuk ikut “memanggul” mengantar kepada pintu pengabdian tertinggi untuk kepentingan bangsa dan negara,” jelasnya.
“Beliau Komandan dan guru sejati. Beliau ikut membentuk pribadi saya sebagai prajurit TNI,” tutupnya.

