RIAU ONLINE, PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau telah menetapkan Ida Yulita Susanti sebagai Direktur di PT Sarana Pembangunan Riau (SPR) berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), yang digelar pada Kamis kemarin.
Menanggapi hal ini, Ketua Komisi III DPRD Provinsi Riau, Edi Basri mengatakan, Pemprov Riau seharusnya mempertimbangkan profesionalitas dalam penetapan pimpinan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut.
"Setahu saya, secara empirik, beliau belum mempunyai jejak prestasi dalam dunia usaha. Sehingga, kita tidak bisa berharap banyak," ujarnya, Jumat, 22 Agustus 2025.
Ia pun menyayangkan Pemprov Riau sebagai pemilik saham, yang tidak mencari tokoh profesional untuk memegang jabatan tersebut.
"Harusnya Pemprov Riau meniru Dinantara. Mencari orang-orang yang memang profesional di bidangnya dalam jabatannya," jelasnya.
Menurutnya, PT SPR memiliki potensi besar untuk menyumbang pendapatan negara. Potensi pendapatan pertahun ditargetkan berkisar Rp25-35 miliar per tahun.
"Kalau dikelola profesional, PT SPR ini punya potensi besar. Bisa menyumbang Rp25-35 miliar per tahun bagi daerah," pungkasnya.

