RIAU ONLINE, PEKANBARU - Menteri Kebudayaan Fadli Zon sebut Museum Sang Nila Utama Pekanbaru merupakan tempat edukasi yang sarat sejarah penting dari peradaban masyarakat Riau.
Fadli Zon juga berpesan agar pengelola menciptakan penataan pameran yang menarik, sehingga semakin meningkatkan minat pengunjung untuk lebih mengenal sejarah pendahulunya.
"Museum ini memiliki banyak artefak, mulai dari peninggalan kehidupan masyarakat Riau, termasuk di dalamnya koleksi mengenai etnografi, artefak kehidupan nelayan, serta informasi terkait sumber mineral yang ada di Provinsi Riau," kata Fadli Zon, dikutip dari ANTARA, Sabtu, 9 Agustus 2025.
Fadli Zon menambahkan, seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi saat ini, museum seperti Museum Sang Nila Utama harus bisa beradaptasi bahkan memanfaatkan teknologi tersebut.
"Saya kira museum harus terus beradaptasi dengan kemajuan teknologi dan informasi, terutama dalam tampilan dan tata pamer," ujarnya.
Museum Sang Nila Utama didirikan pada tahun 1991 dengan tujuan untuk menghimpun, melestarikan, serta memamerkan beragam artefak bersejarah, khususnya warisan yang berhubungan dengan budaya Melayu Riau.
Koleksinya meliputi peralatan tradisional masyarakat Riau, benda-benda peninggalan kerajaan Melayu, perlengkapan nelayan, hingga informasi geologi dan sumber mineral di wilayah ini.
Selain menjadi ruang pamer, museum ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi budaya bagi pelajar, peneliti, dan masyarakat umum, serta sering digunakan untuk pameran temporer dan kegiatan literasi budaya.
Menteri Kebudayaan mengungkapkan komitmennya untuk mendorong peningkatan kualitas tata pamer museum yang penting bagi masyarakat Riau itu.
"Kita agendakan pertemuan dengan Gubernur Riau tentang bagaimana menjadikan museum ini semakin atraktif dan menarik, dengan tata pamer yang aktual, relevan, dan tentunya dilengkapi berbagai sentuhan teknologi masa kini,” ujarnya.
Langkah ini sejalan dengan program Kementerian Kebudayaan untuk terus mendukung pengembangan museum di seluruh Indonesia agar menjadi ruang edukasi publik yang dinamis, inklusif, dan mampu menghubungkan generasi sekarang dengan warisan budaya bangsa. (ANTARA)

