Penjualan Bendera Menjelang HUT RI di Pekanbaru Turun Hingga 50 Persen

Penjualan-Bendera-Menjelang-HUT-RI-di-Pekanbaru-Turun-Hingga-50-Persen.jpg
Salah satu lapan pedagang bendera di Pekanbaru (Rahmadi Dwi Putra/Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, para pedagang bendera musiman mulai bermunculan di sejumlah ruas jalan protokol di Kota Pekanbaru, Riau. 

Meski begitu, para pedagang mengaku minat masyarakat untuk membeli bendera dan umbul-umbul tahun ini menurun drastis hingga 50 persen dibandingkan tahun lalu. Pantauan di lapangan, salah satu titik keramaian pedagang bendera tampak di sepanjang Jalan Sudirman, Pekanbaru. 

Mereka mulai menyusun dan memajang berbagai jenis bendera Merah Putih, umbul-umbul, hingga pernak-pernik kemerdekaan lainnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang hendak memperingati HUT RI.

Bendera dan umbul-umbul yang dijual bervariasi, mulai dari ukuran kecil yang biasa dipasang di depan rumah warga, hingga bendera ukuran besar untuk perkantoran dan instansi pemerintah. Harganya pun bervariasi, dijual dengan kisaran harga mulai Rp15 ribu hingga Rp300 ribu tergantung model dan ukuran.


Salah satu pedagang musiman, Yogi Afrizal mengungkapkan, penjualan tahun ini cenderung sepi. Ia menyebut, penurunan daya beli masyarakat mencapai 50 persen dibandingkan momentum yang sama di tahun 2024.

“Baru ada beberapa orang yang datang. Mungkin karena ekonomi juga masih lesu,” kata Yogi.

Ia menjelaskan, para pembeli umumnya datang dari kawasan seputaran Kota Pekanbaru. Bendera Merah Putih yang dipasang di rumah-rumah warga tetap menjadi produk yang paling banyak dicari, meski dalam jumlah pembelian yang lebih sedikit.

Kondisi lesunya penjualan bendera menjelang HUT Kemerdekaan ini menjadi fenomena yang berulang dalam beberapa tahun terakhir. 

Selain faktor ekonomi, banyak warga yang masih menyimpan bendera dari tahun-tahun sebelumnya dan tidak membeli bendera baru, menjadi penyebab penurunan penjualan para pedagang musiman ini.