RIAU ONLINE, ROKAN HILIR - Panglima Komando Daerah Militer I/Bukit Barisan, Mayor Jenderal TNI Rio Firdianto, didampingi Danrem 031/Wirabima, Brigjen TNI Sugiyono, meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kecamatan Kubu Babussalam, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau.
Dalam kunjungannya, Pangdam didampingi oleh Wakil Bupati Rokan Hilir, Kepala Pelaksana BPBD Riau, jajaran Dandim, serta unsur pemerintah daerah.
Mayjen TNI Rio menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan perintah langsung dari Panglima TNI Angkatan Darat atas instruksi Presiden RI, untuk memastikan penanganan Karhutla di Provinsi Riau berjalan dengan baik.
"Saya mendapat perintah dari Panglima TNI atas arahan Presiden untuk turun langsung dan memastikan bahwa penanganan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau berjalan baik," ujar Mayjen Rio, Selasa, 5 Agustus 2025.
Mayjen TNI Rio juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan BNPB Pusat serta seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) yang terlibat dalam penanganan Karhutla. Hasilnya, beberapa kendala di lapangan telah berhasil diidentifikasi dan tengah dalam proses penanganan.
"Tadi kami juga berdiskusi langsung dengan BNPB Pusat dan seluruh stakeholder. Beberapa kendala mudah-mudahan segera ditindaklanjuti," tambahnya.
Menurut data yang dihimpun sejak 17 Juli 2025, jumlah titik api di wilayah Riau sempat mencapai angka ribuan. Namun, berkat sinergi berbagai pihak dan pengerahan kekuatan penuh, jumlah titik api kini telah menurun drastis.
Di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) sendiri, Wakil Bupati menyampaikan optimisme bahwa kebakaran yang tersisa akan segera padam. Mayjen TNI Rio pun mengimbau masyarakat untuk tidak lagi membuka lahan dengan cara dibakar.
"Kami pastikan semua berjalan baik. Di Rohil, mudah-mudahan hari ini bisa selesai. Kami mohon kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan," tegas Pangdam.
Jenderal bintang dua itu juga memberikan edukasi terkait pengelolaan limbah pertanian, khususnya tandan kosong (tonggos) sawit. Menurutnya, pembakaran limbah bukan satu-satunya cara.
"Tonggos sawit itu bisa dijadikan pupuk dengan cara dipotong, tidak perlu dibakar. Bisa juga dicacah dan diberi cairan untuk dijadikan kompos," jelasnya.
Dalam operasi pemadaman ini, sekitar 920 prajurit TNI telah disebar ke seluruh wilayah Riau. Selain itu, Polres Rokan Hilir juga mengerahkan 175 personel, sementara TNI di wilayah Rohil mengirimkan 120 prajurit untuk mendukung upaya pemadaman api.
"Kita juga menyiapkan pasukan cadangan sekitar 300 orang apabila diperlukan. Tapi Alhamdulillah, dengan 920 orang yang sudah tersebar, kita bisa mengcover seluruh wilayah," terang Mayjen Rio.
Pangdam I/BB juga menyampaikan bahwa seluruh elemen pemerintahan, baik dari tingkat kementerian, provinsi, maupun kabupaten, memberikan dukungan penuh terhadap upaya penanggulangan Karhutla ini.
Pangdam menegaskan bahwa sebagian besar kebakaran lahan yang terjadi di Riau diduga kuat akibat ulah manusia. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya penegakan hukum dan edukasi masyarakat.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Kapolda dan Gubernur. Mayoritas menilai bahwa kebakaran ini ditimbulkan karena adanya unsur kesengajaan oleh masyarakat. Polda Riau juga sudah melakukan penegakan hukum," jelasnya.
Selain upaya represif, pihak TNI dan pemerintah daerah juga terus melakukan pendekatan persuasif dan edukatif.
"Kami dari Korem dan Pemerintah Provinsi Riau terus mengedukasi masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar, termasuk meminimalisir pembakaran tonggos," terangnya.
Berdasarkan data sementara, luas lahan yang terbakar di Kabupaten Rokan Hilir mencapai sekitar 1.098 hektar dalam sebulan terakhir. Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, dan instansi terkait terus bekerja keras agar api tidak meluas.
Di sisi lain, Pangdam juga mengabarkan berita duka. Seorang petugas dilaporkan meninggal dunia diduga karena kelelahan dan kondisi kesehatan yang menurun akibat paparan asap di lapangan.
"Tadi ada satu rekan kita yang meninggal dunia, kemungkinan karena kelelahan dan kondisi fisiknya tidak terlalu bagus. Asap di sini memang cukup pekat dan tidak sehat," terangnya dengan nada prihatin.
Pangdam I/BB kembali menegaskan seruan kepada seluruh masyarakat di Riau, khususnya di Rohil, untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Ia menegaskan bahwa tindakan ini tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga membahayakan nyawa, lingkungan, dan masa depan generasi mendatang.
"Kami imbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Mari kita jaga lingkungan bersama-sama," tutup Mayjen TNI Rio Firdianto.

