RIAU ONLINE, PEKANBARU - Dalam upaya menumbuhkan kesadaran kolektif terhadap pelestarian lingkungan hidup, Kepolisian Daerah (Polda) Riau menggelar Apel Bersama Cipayung Plus, Mahasiswa, dan Bhabinkamtibmas, Senin, 5 Agustus 2025.
Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan Green Policing yang digagas Polda Riau sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap krisis lingkungan, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang saban tahun menghantui wilayah Riau.
Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan menyampaikan bahwa Provinsi Riau selama ini kerap dicap sebagai penghasil asap, akibat kebakaran hutan yang berulang.
Namun, Irjen Herry optimistis stigma itu bisa dihapus secara perlahan lewat gerakan bersama yang menyentuh akar kesadaran masyarakat, mulai dari individu hingga institusi.
"Saat ini Riau sebagai daerah penghasil asap harus kita kikis stigma itu. Insya Allah bisa hilang sedikit demi sedikit dengan kegiatan-kegiatan kolektif, seperti penanaman pohon, menjaga kebersihan kota, serta merawat lingkungan dari tingkat terkecil: keluarga," ujar Irjen Herry Heryawan di hadapan peserta apel.
Menurutnya, upaya menjaga lingkungan tidak cukup dilakukan dengan tindakan teknis semata, melainkan harus muncul dari moral dan kesadaran pribadi setiap warga negara.
Jenderal bintang dua itu menekankan pentingnya edukasi sejak dini melalui kegiatan yang tematik dan menyentuh, terutama di tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga perguruan tinggi.
"Kesadaran lingkungan harus dibangun dari moral. Ini bisa digelorakan lewat kegiatan-kegiatan yang tematik, menyentuh, dan disesuaikan dengan segmen usia. Dari PAUD, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum," tegasnya.
Dalam apel tersebut, mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Cipayung Plus bersama personel Bhabinkamtibmas turut menyatakan komitmennya sebagai agen perubahan dan agen keamanan.
Mereka akan menjadi garda depan dalam mewujudkan eco-policing, yakni pendekatan keamanan yang berpihak pada keberlanjutan lingkungan hidup.
"Saya minta adik-adik mahasiswa sebagai agen perubahan, dan Bhabinkamtibmas sebagai agen keamanan, bisa berperan aktif. Kalau ini berjalan selaras, maka kita akan bisa lahirkan green police, polisi ramah lingkungan yang menjaga keamanan sekaligus menjaga bumi," pesan Irjen Herry.
Tak lupa, ia mengajak seluruh komponen masyarakat mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pelaku usaha, akademisi, hingga media massa untuk bergandeng tangan menyebarluaskan semangat Green Policing ini.
"Rekan-rekan media sangat saya harapkan perannya. Kegiatan ini punya makna yang besar. Mari kita sampaikan kepada publik bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita semua," harapnya.
Lulusan Akpol 1996 itu menambahkan, kegiatan serupa akan digelar secara berjenjang di tingkat Polres, agar gerakan ini tidak berhenti di satu titik, melainkan menyebar ke seluruh pelosok Riau.
"Dari Polda ke Polres, terus kita gelorakan. Insya Allah walaupun sumbangsih kita baru setetes keringat, itu sangat berarti. Bukan hanya untuk manusia, tapi untuk seluruh makhluk hidup: hewan, pohon, dan alam sekitar kita," tutupnya.

