RIAU ONLINE, SIAK – Kunjungan kerja sejumlah anggota DPRD Kabupaten Siak ke Bali pada pekan lalu memicu sorotan publik. Pasalnya, perjalanan dinas tersebut berlangsung di tengah upaya efisiensi anggaran yang sedang digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten Siak.
Menanggapi polemik yang berkembang, Wakil Ketua II DPRD Siak, Laiskar Jaya, menegaskan bahwa kunjungan tersebut bukan sekadar plesiran, melainkan studi tiru ke Dinas Pariwisata serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Badung, Provinsi Bali.
Menurut Laiskar, dua fokus utama dalam kunjungan itu adalah pengelolaan pariwisata dan penanganan persampahan, yang dinilai sangat relevan untuk diterapkan di Siak.
“Kita bertemu langsung dengan OPD yang membidangi kepariwisataan dan lingkungan hidup di Kabupaten Badung. Kami pelajari bagaimana mereka mengembangkan destinasi wisata, meningkatkan kualitas SDM, mendorong PAD, serta memperkuat kawasan strategis wisata,” ujar Laiskar, Senin, 4 Agustus 2025.
Ia menyebutkan, kunjungan juga menyoroti kawasan Taman Wisata Sangeh, yang menurutnya memiliki kesamaan karakteristik dengan Taman Hutan Kota Arwinas di Kota Siak.
“Pembelajaran dari Bali ini penting, khususnya untuk menjaga keasrian alam dan keanekaragaman hayati di Siak,” katanya.
Laiskar mengklaim bahwa kunjungan ini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi pengembangan sektor wisata dan pengelolaan lingkungan di Siak.
“Kami belajar bagaimana Bali memaksimalkan sektor wisata, agar bisa kami adaptasi untuk kemajuan pariwisata Siak ke depan,” ungkapnya.
Namun, saat ditanya terkait jumlah anggota DPRD yang turut serta dalam kunjungan tersebut, Laiskar mengaku tidak mengetahui secara rinci.
“Saya tidak tahu detailnya siapa-siapa saja yang pergi, karena tempat wisata yang dikunjungi juga berbeda. Kalau saya di Taman Wisata Sangeh,” jelasnya.
Soal besaran anggaran yang digunakan dalam perjalanan dinas ke Bali, ia juga enggan berkomentar lebih jauh.
“Silakan ditanyakan langsung ke Sekwan DPRD Siak,” pungkasnya.
Upaya konfirmasi pun dilakukan ke Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Siak, Setya Hendro Wardhana sempat mengangkat telepon dari wartawan namun setelah ditanya terkait kunker Dewan ke Bali telpon langsung langsung dimatikan.
Ketika didatangi ke ruang kerjanya, staf menyebutkan bahwa Sekwan sedang cuti karena urusan keluarga.
“Sekwan tidak di kantor, sedang pulang kampung, ada urusan keluarga,” ucap staf Bagian Umum DPRD Siak singkat.

