Sudah 5 Hari Terbakar, Karhutla di Pulau Muda Pelalawan Belum Padam

Sudah-5-Hari-Terbakar-Karhutla-di-Pulau-Muda-Pelalawan-Belum-Padam.jpg
Petugas gunakan alat berat untuk pemadaman Karhutla di Pulau Muda. (Dok. Manggala Agni)

RIAU ONLINE, PELALAWAN - Api dari Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau sejak Kamis, 24 Juli hingga kini, Selasa, 29 Juli 2025 belum pada.

Tidak adanya air, angin kencang ditambah dengan kondisi lahan gambut kering membuat tim kesulitan memadamkan api.

Dari video yang diterima Redaksi Riau Online, terlihat kobaran api masih menyala di lahan Gambut dan Tim dari TNI, Manggala Agni dan BPBD masih berjibaku memadamkan api.

Tidak hanya itu, satu unit alat berat juga tampak bekerja keras berupaya melakukan penanganan agar api bisa padam.

Menurut petugas Manggala di lapangan, upaya pemadaman dilakukan secara manual ditambah keterbatasan akses dan sumber air menjadi tantangan besar bagi tim memadamkan api.


"Kami sudah lima hari di lokasi. Api sulit dikendalikan karena angin kencang dan lahan gambut yang dalam," ujar petugas BPBD yang ikut dalam operasi pemadaman.

Sebelumnya, Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) juga terjadi di Desa Menaming, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Manggala Agni dan sejumlah anggota TNI dari Kodim 0313/KPR bersama masyarakat melakukan pemadaman secara manual.

Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 02/Rambah, Kodim 0313/KPR, Serka Ojaktua Sitanggang, mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya mengatasi kebakaran. Menurutnya, kondisi kebakaran saat ini semakin meluas.

"Karhutla saat ini semakin meluas. Sudah mendekati perkebunan warga. Luas hutan yang terbakar bertambah jadi 3 hektar," ungkap Ojaktua kepada media.

Ojaktua menuturkan, pemadaman titik api dari darat sangat sulit karena medan ke lokasi perbukitan yang curam. Petugas hanya bisa memadamkan titik api yang bisa dijangkau. Karena petugas juga harus mempertimbangkan keselamatan.

"Pemadaman manual kami lakukan menggunakan dahan atau ranting kayu. Cuma medannya berat dan sumber air tidak ada di lokasi. Ini yang menjadi kendala kita dari tim darat," jelasnya.

Kendati demikian, kata dia, pemadaman dibantu dengan helikopter water bombing.

"Pemadaman dari udara dibantu 1 unit helikopter water bombing," pungkasnya.