Viral Cekcok Warga dengan PT TKWL: Saling Dorong hingga Seorang Ibu Terjatuh

Warga-cekcok-dengan-keamanan-perusahaan.jpg
Tangkapan layar video warga terlibat cekcok dan saling dorong dengan petugas keamanan PT TKWL di Bengkalis. (Tangkapan layar/Facebook/Andika Samudra)

RIAU ONLINE, BENGKALIS – Sebuah video berdurasi 1 menit 30 detik yang memperlihatkan keributan antara warga dengan pihak PT Teguh Karsa Wana Lestari (TKWL) di Kabupaten Bengkalis, viral di media sosial Facebook.

Kejadian berlangsung pada Kamis, 24 Juli 2025, saat perusahaan hendak memasukkan alat berat ke dalam areal Hak Guna Usaha (HGU) mereka. Namun upaya tersebut mendapat penolakan dari sejumlah warga yang mengadang di lokasi. 

Dalam video yang beredar, terlihat kerumunan warga terlibat cekcok dan saling dorong dengan petugas keamanan perusahaan. 

Seorang ibu terdengar berteriak, “Aku dipegang!” lalu terjatuh ke tanah, dan kembali berteriak, “Aku didorong!”

Tak hanya itu, dalam video juga terdengar suara warga menyebut nama seseorang, “Cecep,” dan meminta agar konflik tersebut dijembatani oleh seorang bernama Alex.

Menanggapi kejadian tersebut, Humas Kebun PT TKWL, Cecep, membenarkan bahwa keributan memang terjadi saat perusahaan akan memasukan alat berat untuk mengerjakan lahan HGU milik perusahaan. Namun diadang oleh sekitar 40 warga, yang diduga berasal Bungaraya, Siak dan Desa Muara Dua, Kecamatan Siak Kecil, Bengkalis. 

“Padahal sudah kami sampaikan bahwa pekerjaan hanya dilakukan di atas lahan HGU milik perusahaan dan tidak akan mengganggu lahan warga,” tegas Humas Cecep.


Ia juga menyebutkan bahwa perusahaan memiliki dokumen dan data legal lengkap atas lahan tersebut.

“Kalau ada warga yang merasa memiliki lahan di lokasi itu silakan dibuktikan. Kalau memang sah milik warga, perusahaan tidak akan menyentuhnya,” ujarnya.

Cecep mengaku heran karena sejumlah warga yang tidak memiliki lahan pun turut memprotes di lapangan. Salah satunya adalah Erwin, warga Bungaraya, yang paling menantang semua petugas PT TKWL. 

“Anehnya, warga yang tidak punya lahan juga ikut ngotot, ketika ditanya di mana lokasi lahan dan mana suratnya, mereka tidak bisa menunjukkan,” tambahnya.

Terkait video seorang ibu jatuh, dia masuk dalam barisan saat terjadi dorong-dorongan antara PT TKWL dan penggarap. 

"Ibu itu mencoba memeluk salah satu sekuriti, dikarenakan sekuriti itu menghindar, ibu itu terjatuh di tanah dan berteriak seakan-akan korban kekerasan. Bisa jadi sengaja menjatuhkan diri," imbuh Cecep. 

Kemudian, warga membubarkan diri saat hari mulai senja. Untuk menghindari eskalasi konflik, PT TKWL langsung berkoordinasi dengan pemerintah Kecamatan Siak Kecil serta pihak Kepolisian. 

“Kita sudah sondingkan kejadian ini, dan akan segera menggelar pertemuan resmi. Kita akan paparkan data dan legalitas lahan supaya masyarakat paham dan tidak terjadi keributan lagi,” pungkas Cecep