RIAU ONLINE, PEKANBARU - Dinas Kesehatan (Dinkes) Riau menuturkan hingga saat ini belum melihat adanya peningkatan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) kendati sebagian daerah di Provinsi Riau sudah mulai diselimuti asap akibat dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Kalau peningkatan (ISPA) belum nampak, karena baru jadi daya tahan masyarakat masih bagus," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Riau, drg Sri Sadono Mulyanto kepada RiauOnline, Kamis 24 Juli 2025.
Untuk mengantisipasi terjadinya peningkatan kasus ISPA akibat dari Karhutla, Dinkes Riau sudah mulai mendistribusikan masker ke beberapa daerah yang dinilai paling parah terdampak Karhutla seperti di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) dan Rokan Hulu (Rohul).
"Masyarakat harus banyak minum air putih, kurangi kegiatan di luar ruangan dan gunakan masker," ucapnya.
Pria yang akrab disapa Ibeng ini mengakui sejauh ini sudah ada beberapa masyarakat yang terpapar penyakit ISPA, namun dia belum bisa memastikan apakah masyarakat yang terpapar ISPA tersebut bersumber dari asap karhutla.
"Kita belum tahu itu ISPA karena asap atau karena ISPA umumnya, jadi belum bisa dikatakan ISPA karena asap," tuturnya.
Lebih jauh Ibeng memastikan ketersediaan masker di Puskesmas kabupaten dan kota yang ada di Riau masih mencukupi, sementara itu ketersediaan masker di Dinkes Riau tersedia 6.700 kotak.
"Nanti kalau daerah kekurangan masker akan kita drop, tapi sejauh ini masker di Kabupaten dan kota masih ada," tutupnya.

