213 Ha Lahan di Riau Terbakar Sepanjang Juli 2025, 29 Tersangka Ditangkap

Kobaran-Api-Masih-Membara-Karhutla-Meluas-di-Kubu-dan-Palika-Rohil.jpg
Kondisi karhutla di Rokan Hilir, Minggu, 20 Juli 2025. (Defri Candra/Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, mengungkapkan perkembangan signifikan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau selama sepekan terakhir. 

Melalui pendekatan deteksi dini, patroli udara dan darat, serta kerja kolaboratif lintas sektor, Satgas karhutla berhasil mengungkap 23 kasus kebakaran di sepanjang Juli 2025.

Irjen Herry menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan penindakan dalam pengungkapan tindak pidana karhutla.

Sepanjang Januari hingga 21 Juli 2025, pihak kepolisian telah menangani 35 laporan terkait karhutla dengan total 44 tersangka. Lahan yang terbakar mencapai 213 hektare.

Kasus karhutla ini tersebar di beberapa kabupaten/kota di Riau, dengan wilayah Rokan Hilir, Kampar, dan Rokan Hulu sebagai lokasi terbanyak.

"Kami telah menetapkan 29 tersangka dalam 23 kasus di bulan Juli saja. Luas lahan yang terbakar mencapai 213 hektare. Ini adalah bentuk keseriusan kita dalam menindak tegas kejahatan lingkungan," tegas Irjen Herry saat Rapat Eveluasi Penanganan Karhutla di Gedung Serindit Pekanbaru, Selasa, 22 Juli 2025.

Irjen Herry memaparkan bahwa penyidikan dilakukan oleh berbagai satuan di tingkat daerah, di antaranya:


  • Ditreskrimsus Polda Riau: 1 laporan polisi dengan 2 tersangka
  • Polres Indragiri Hilir: 1 laporan polisi dengan 1 tersangka
  • Polres Rokan Hilir: 5 laporan polisi dan 5 tersangka
  • Polres Kampar: 7 laporan polisi dengan 7 tersangka
  • Polres Pelalawan: 1 laporan polisi dan 1 tersangka.
  • Polres Kuantan Singingi: 2 laporan polisi dengan 3 tersangka
  • Polres Rokan Hulu: 1 laporan polisi dengan 3 tersangka
  • Polres Indragiri Hulu: 3 laporan polisi dengan 5 tersangka
  • Polres Dumai dan Polresta Pekanbaru: masing-masing 1 laporan polisi dan 1 tersangka.

Irjen Herry menegaskan bahwa penegakan hukum dilakukan tanpa pandang bulu dan dalam situasi darurat ini, hukuman maksimal akan diterapkan terhadap para pelaku.

"Ini adalah situasi ekstraordinary. Gubernur telah menetapkan status tanggap darurat, maka tidak ada toleransi bagi siapa pun yang membuka lahan dengan cara membakar, baik sengaja maupun karena lalai," tegasnya.

Jenderal bintang dua itu juga menyampaikan terima kasih atas kedatangan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) serta Kepala BNPB yang turut mendukung langsung di lapangan.

"Kehadiran Menteri LHK dan Kepala BNPB memberi motivasi luar biasa. Kami makin semangat. Di Dumai, Bengkalis, dan Rohil, berkat kerja kolaboratif ini, hujan berhasil turun lewat upaya teknologi modifikasi cuaca (TMC)," ungkapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga citra daerah menjelang berbagai even nasional dan internasional yang akan digelar di Riau pada Agustus mendatang. Ia meminta seluruh pihak terlibat untuk mengintensifkan patroli di wilayah rawan.

"Kita akan kedatangan tamu-tamu penting, termasuk Bapak Wakil Presiden. Jangan sampai ada karhutla saat itu. Ini menyangkut nama baik daerah kita," ujarnya.

Irjen Herry menegaskan bahwa pihaknya bersama TNI dan seluruh unsur Satgas Karhutla tidak akan berhenti memburu para pelaku pembakar lahan.

"Membakar hutan adalah kejahatan lingkungan. Kami akan kejar sampai ke akar, siapa pun pelakunya. Tidak ada alasan, tidak ada ampun," pungkasnya.