Truk Pengangkut Kayu Balak Terguling, 5 Tewas Seketika dan 3 Luka Berat

kayu-rimbang-baling.jpg
Ilustrasi truk kayu (istimewa)

RIAU ONLINE, PELALAWAN - Kecelakaan tragis kembali terjadi di ruas Jalan Timur Kiyab Jaya, Kecamatan Sei Kijang, Kabupaten Pelalawan, Minggu, 20 Juli 2025 malam.

Sebuah truk pengangkut kayu balak terguling dan menimpa satu unit mobil minibus Daihatsu Grand Max yang tengah melaju di jalur yang sama.

Informasi yang diperoleh di lokasi kejadian menyebutkan bahwa lima orang penumpang Grand Max meninggal dunia di tempat akibat tertimpa muatan kayu balak berukuran besar. 

Tiga penumpang lainnya mengalami luka berat dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Selasih, Pangkalan Kerinci, untuk mendapat perawatan intensif.

Menurut keterangan salah satu saksi mata, Fahrizal (37), truk bermuatan kayu tersebut terlihat melaju dalam kondisi tidak stabil sejak dari Simpang Beringin. 

"Truk itu sempat oleng, muatannya tinggi dan tidak tertutup. Saat melewati jalan sedikit menurun, tiba-tiba terguling ke arah kanan dan langsung menimpa mobil Grand Max yang berada di sampingnya," ungkap Fahrizal, Senin, 21 Juli 2025.


Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian setempat. 

Dirlantas Polda Riau, Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat, dan Kasatlantas Polres Pelalawan, AKP Enggarani Laufria, belum berhasil dikonfirmasi. 

Upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan belum mendapat tanggapan hingga saat ini termasuk data korban tewas, luka-luka dan para supir.

Ironisnya, kejadian ini terjadi di tengah pelaksanaan Operasi Patuh LK 2025 yang sedang digalakkan oleh Polda Riau. 

Operasi ini seharusnya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran berkendara dan meminimalisasi angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polda Riau. 

Namun kenyataan di lapangan berbicara lain. Kabupaten Pelalawan justru menjadi salah satu daerah dengan peningkatan angka kecelakaan tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras akan pentingnya keselamatan dalam berlalu lintas, baik bagi pengemudi kendaraan pribadi maupun kendaraan niaga. 

Diharapkan, kejadian ini menjadi bahan evaluasi serius bagi pihak berwenang untuk memperketat pengawasan terhadap kendaraan bermuatan besar dan menegakkan aturan lalu lintas secara menyeluruh.