Apakah Aplikasi Dashboard Lancang Kuning Masih Digunakan untuk Deteksi Karhutla?

Karhutla-Ancam-Permukiman-Karya-Indah-Manggala-Agni-dan-Ketua-RT-Gerak-Cepat.jpg
Karhutla di dekat perumahan Bumi Surya Damai, Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Garuda Sakti KM 6, Kabupaten Kampar, Riau, Sabtu, 19 Juli 2025. (Defri Candra/Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Provinsi Riau kembali menghadapi ancaman serius kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda sejumlah kabupaten dan kota seperti Kampar, Pekanbaru, Rokan Hilir (Rohil), Rokan Hulu (Rohul), Pelalawan, dan Bengkalis.

Ironisnya, kebakaran yang terus marak ini menimbulkan pertanyaan besar terkait efektivitas Aplikasi Dashboard Lancang Kuning, yang sejatinya dirancang untuk menjadi alat utama dalam penanggulangan Karhutla di wilayah tersebut.

Aplikasi Dashboard Lancang Kuning pertama kali dicetuskan oleh Kapolda Riau sebelumnya, Komjen Pol Agung Setya Imam Effendi. 

Dengan dukungan teknologi satelit canggih dari Terra, Aqua, Lapan, dan Noaa, aplikasi ini dirancang sebagai sistem deteksi dini hotspot yang berfungsi untuk mengidentifikasi titik panas sebagai indikasi awal potensi kebakaran.


Berbagai fitur utama dalam aplikasi ini meliputi deteksi titik api secara real-time, verifikasi lapangan untuk memastikan akurasi data, pemetaan lokasi kebakaran, koordinasi penanganan antar lembaga, serta pelaporan dan evaluasi tindak lanjut penanggulangan Karhutla. 

Bahkan, aplikasi ini telah diadopsi sebagai sistem nasional dalam menghadapi Karhutla di seluruh Indonesia.

“Dashboard Lancang Kuning memiliki fungsi vital mulai dari deteksi titik panas, koordinasi penanganan, hingga evaluasi yang memungkinkan upaya penanggulangan Karhutla berjalan lebih efektif, transparan, dan akuntabel,” jelas Irjen Agung saat aplikasi ini diluncurkan tahun 2020 lalu.

Kapolsek Tambang, AKP Aulia Rahman mengaku kalau Karhutla seluas 10 Hektare di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang tidak terdeteksi di Dashboard Lancang Kuning.

"Karhutla tidak terdeteksi di Dashboard Lancang Kuning dan tim sejak kemarin berjibaku memadamkan api," jelas Kapolsek.

Hal ini memicu pertanyaan bahwa masihkah aplikasi ini masih digunakan untuk mendeteksi karhutla yang meluas di berbagai daerah di Riau.