RIAU ONLINE, PEKANBARU - Provinsi Riau kembali dilanda bencana Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah kabupaten/kota.
Tidak hanya menimbulkan kerugian lingkungan dan kesehatan, kabut asap yang ditimbulkan bahkan telah menyebar ke negara tetangga, Malaysia.
Kebakaran parah dilaporkan terjadi di beberapa wilayah seperti Kota Pekanbaru, Kabupaten Bengkalis, Rokan Hulu (Rohul), Rokan Hilir (Rohil), Kampar, dan Pelalawan.
Di Rohil, tercatat sekitar 500 hektare lahan hangus terbakar. Rokan Hulu menyusul dengan ratusan hektare lahan yang turut dilalap api.
Di Kampar, ratusan hektare terdampak, dan di Pekanbaru setidaknya 2,5 hektare lahan ikut terbakar.
Kondisi semakin memprihatinkan karena kabut asap dari kebakaran tersebut telah melintasi batas negara.
Otoritas meteorologi Malaysia melaporkan penurunan kualitas udara di sejumlah wilayah akibat asap kiriman dari Indonesia.
Salah satu lokasi yang paling mengkhawatirkan berada di Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, tepatnya di kawasan padat penduduk Perumahan Bumi Surya Damai, Garuda Sakti KM 6. Di sana, api menjilat lahan yang sangat dekat dengan permukiman warga.
Ketua RT setempat, Hariyadi menceritakan detik-detik menegangkan saat api mendekat ke rumah-rumah warga.
"Kami tidak punya alat, cuma pakai ranting dan daun basah untuk padamkan api. Kami harus memutus jalur api sebelum merambat ke rumah,” ujarnya sambil lokasi yang penuh api, Sabtu, 19 Juli 2025.
Upaya warga berlangsung selama lebih dari 30 menit sebelum akhirnya tim pemadam dari Manggala Agni tiba di lokasi dan melakukan pemadaman lanjutan.
Wakil Komandan Regu Manggala Agni, Pekanbaru, Doni Wahyudi mengatakan bahwa timnya telah dikerahkan ke beberapa titik rawan.
"Kita sedang fokus di lokasi-lokasi prioritas, termasuk daerah yang dekat permukiman. Kondisi sangat kering dan angin kencang membuat api cepat menyebar,” tegasnya.
Doni mengatakan kalau pihaknya sempat kesulitan memadamkan api dengan kondisi cuaca panas dan angin kencang, sehingga api cepat merambat.
"Setelah mendapatkan air dan dibantu warga, tim akhirnya dapat memutus aliran api ke pemukiman warga."
"Kita juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak sembarang membakar sampah apalagi di tengah cuaca panas saat ini. Karena akan memicu terjadinya Karhutla," tutup Doni.

