Bonus PON Dibayar Penuh Dua Tahap, KONI dan Pelatih Riau Lapang Dada

Gubernur-Riau-Abdul-Wahid15.jpg
Gubernur Riau, Abdul Wahid. (Istimewa)

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Gubernur Riau, Abdul Wahid akan membayarkan bonus atlet dan pelatih yang berprestasi pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024.

Sebelumnya Abdul Wahid sempat mewacanakan bonus atlet dan pelatih hanya dibayar 45 persen dari yang dijanjikan. Saat ini Pemprov Riau memutuskan untuk membayar penuh bonus tersebut, namun dilakukan dalam dua tahap.

Tahap pertama akan segera dicairkan sebesar 45 persen dari total bonus, sedangkan sisanya dijadwalkan akan dibayarkan pada tahun 2026 mendatang.

Keputusan ini disambut positif oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Riau. Sekretaris Umum KONI Riau, Edi Satria, menyatakan bahwa solusi dua tahap ini telah diterima oleh para atlet dan pelatih.

“Dengan solusi pembayaran bonus PON dua tahap ini, akhirnya bisa diterima oleh atlet dan pelatih kita,” ujar Edi Satria, Sabtu 19 Juli 2025.

Untuk tahap awal, Pemprov Riau akan membayarkan sesuai dengan anggaran yang tersedia di APBD 2025 sebesar Rp25 Miliar, baik untuk atlet PON, NPC, Paralympic, dan Pra Popnas.


Ia berharap, kepastian ini bisa menjadi semangat baru bagi insan olahraga di Riau untuk terus berkembang dan berprestasi.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Gubernur Riau yang telah memberikan perhatian kepada atlet dan pelatih berprestasi. Semoga ini menjadi motivasi untuk PON berikutnya,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu pelatih PON Riau yang juga Pelatih Senam Riau, Ahmad Markos menyampaikan rasa syukurnya atas keputusan Pemprov yang akhirnya memberikan kepastian pembayaran bonus.

“Setelah sekian lama menunggu, akhirnya Pemprov Riau sadar untuk membayarkan bonus ini. Memang sudah terlambat, karena harapan kami sebenarnya sudah dibayarkan sejak tahun 2024,” kata Markos.

Terkait mekanisme pembayaran secara bertahap, Markos menyatakan pihaknya tidak mempermasalahkan hal tersebut, selama janji tersebut benar-benar ditepati.

“Soal dua tahap ini tidak masalah. Ini kan janji Gubernur, dan kalau sudah janji, harus ditepati. Jangan sampai ada alasan lain lagi yang muncul. Kami tidak akan terima,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan, meski tidak ada perjanjian tertulis, para pelatih telah menyiapkan rekaman pernyataan resmi sebagai bukti jika nantinya janji itu tidak dilaksanakan.

“Soal hitam di atas putih, saya rasa tidak perlu. Rekan-rekan pelatih sudah siap dengan rekaman yang bisa jadi pegangan. Kalau janji ini tidak ditepati, kami siap menuntut balik,” pungkasnya.