RIAU ONLINE, KAMPAR - Sebanyak 65 pelanggar lalu lintas terjaring dalam Operasi Patuh Lancang Kuning 2025 yang digelar oleh Satuan Tugas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum) Polda Riau di Jalan Lintas Pekanbaru - Bangkinang, Jumat, 18 Juli 2025.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kasatgas Gakkum Operasi Patuh Lancang Kuning, Kompol Pauzi dengan melibatkan berbagai unsur lintas sektor.
Dari 65 pelanggar, Ditlantas Polda Riau menangani 41 pelanggaran, BPTD Kemenhub menindak 5 pelanggaran, sementara Dishub Pekanbaru menindak 19 pelanggaran.
Jenis pelanggaran yang ditemukan cukup beragam. Tidak menggunakan helm menjadi pelanggaran terbanyak dengan 20 kasus, disusul pelanggaran terhadap tata cara muatan barang sebanyak 24 kasus.
Selain itu, petugas juga menemukan 11 pengendara tanpa SIM, 4 pengendara tanpa membawa STNK, serta 2 kendaraan tanpa Surat Tanda Uji Kendaraan (STUK). Ada pula 4 kendaraan dengan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) tidak sah atau tidak terpasang.
Kompol Pauzi, menyatakan bahwa operasi ini merupakan langkah konkret untuk meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, serta untuk menekan angka kecelakaan di wilayah hukum Polda Riau.
"Operasi ini tidak hanya untuk menindak, tetapi juga untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya keselamatan dalam berlalu lintas. Kami tidak akan kompromi terhadap pelanggaran yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” tegas Kompol Pauzi.
Ia juga menambahkan bahwa sebagian besar pelanggaran terjadi akibat kelalaian pengendara terhadap aturan dasar lalu lintas.
"Hal-hal seperti tidak memakai helm atau membawa muatan berlebih bisa berakibat fatal. Kesadaran berkendara harus dimulai dari diri sendiri," tambahnya.
Polda Riau memastikan bahwa Operasi Patuh Lancang Kuning 2025 akan terus berlangsung hingga batas waktu yang ditentukan, dan tidak menutup kemungkinan akan dilakukan secara acak di lokasi-lokasi rawan pelanggaran lainnya.
"Kita akan terus melanjutkan operasi ini, baik secara terbuka maupun tertutup. Tujuan utamanya adalah menumbuhkan budaya tertib lalu lintas yang berkelanjutan,” pungkasnya.

