RIAU ONLINE, KAMPAR - DPR RI bersama Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Pelambaian, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau.
Bertempat di Aula Serbaguna Balai Desa, kegiatan ini dihadiri ratusan warga yang antusias menyambut program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Kegiatan bertema "Bersama Mewujudkan Generasi Sehat Indonesia" ini turut dihadiri Anggota Komisi IX DPR RI Sahidin, perwakilan BGN Puspa Kemala, Camat Tapung Sofiandi, serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Sahidin menyampaikan bahwa program MBG merupakan langkah strategis dalam mempercepat pencapaian visi Indonesia Emas 2045.
Visi ini menargetkan terbentuknya generasi emas yang mampu menjadikan Indonesia sebagai negara maju, berdaya saing tinggi, dan berperan besar di kancah global.
"Melihat dari sisi visi misi Bapak Presiden Prabowo Subianto, MBG tentunya akan mengajak para warga Kampar untuk mendukung dan ikut serta dalam program ini yang merupakan program unggulan Presiden terpilih Prabowo Subianto," ujar Sahidin, Sabtu, 12 Juli 2025.
Sahidin menambahkan bahwa tujuan utama dari program MBG adalah mengurangi angka malnutrisi dan stunting yang masih menjadi tantangan serius di berbagai wilayah Indonesia.
Menurutnya, kelompok rentan seperti balita, anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui harus menjadi prioritas utama dalam distribusi makanan bergizi.
"Program ini bertujuan untuk memastikan kebutuhan gizi harian masyarakat, terutama anak-anak dan ibu, dapat tercukupi dengan baik sesuai dengan standar Angka Kecukupan Gizi (AKG)," jelasnya.
Lebih lanjut, Sahidin menyampaikan bahwa proyeksi demografis Indonesia yang menunjukkan dominasi penduduk usia produktif pada tahun 2045 harus diantisipasi sejak dini dengan membangun pondasi gizi yang kuat bagi anak-anak bangsa.
"Generasi muda kita harus sehat dan produktif agar siap menghadapi tantangan global. MBG ini bisa menjadi salah satu pilar penting dalam mencapainya," tegas Sahidin.
Sementara itu, perwakilan Badan Gizi Nasional, Puspa Kemala, menjelaskan bahwa selain aspek gizi, program ini juga dirancang untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Melalui pembangunan 5.000 Sentra Penyedia Pangan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia, program MBG diharapkan menciptakan efek berganda terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.
"Upaya penciptaan lapangan kerja menjadi fokus utama kami. Kami menargetkan lahirnya 230 ribu lapangan pekerjaan melalui pengimplementasian program dapur umum berbasis komunitas,” tegas Puspa.
Menurutnya, para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), termasuk petani dan produsen lokal, akan dilibatkan dalam rantai pasok bahan pangan untuk mendukung dapur-dapur SPPG.
Hal ini sekaligus diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
"Keterlibatan UMKM lokal sangat penting. Mereka akan menjadi bagian dari ekosistem penyedia bahan pangan bergizi, yang pada akhirnya akan memperkuat ekonomi daerah,” imbuhnya.
Program Makan Bergizi Gratis menyasar anak-anak sekolah sebagai kelompok utama penerima manfaat.
Melalui pemberian makanan sehat dan bergizi secara rutin, diharapkan anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang sehat, cerdas, dan siap membawa Indonesia menuju kemajuan.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha lokal, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan menjadi tonggak penting dalam mencetak generasi Indonesia yang sehat, produktif, dan kompetitif menjelang 100 tahun kemerdekaan Indonesia pada 2045.

