Kurang dari 10 Hari, Tiga Kecelakaan Terjadi di Pelalawan, Satu Tewas di Tempat

Lakalantas28.jpg
Ilustrasi kecelakaan lalu lintas di jalan raya. [KlikKaltim.com] ([KlikKaltim.com])

RIAU ONLINE, PELALAWAN – Dalam kurun waktu kurang dari 10 hari, rangkaian kecelakaan lalu lintas (laka lantas) terjadi di sejumlah titik di Kabupaten Pelalawan, Riau. Deretan insiden ini tak hanya menimbulkan kemacetan parah, tetapi juga menelan korban jiwa.

Insiden pertama terjadi pada Senin, 1 Juli 2025, di ruas Jalan Lintas Timur (Jalintim), Kecamatan Bandar Sei Kijang. Satu unit truk bermuatan berat terguling dan menutup hampir seluruh badan jalan, menyebabkan kemacetan sepanjang dua kilometer. Pengendara yang melintas harus bersabar menunggu proses evakuasi yang berlangsung hampir tiga jam.

"Truk itu kayaknya kelebihan muatan. Tiba-tiba terguling dan menutup sebagian besar jalan," ujar Adi, seorang pengemudi travel yang kebetulan melintas saat kejadian.

Selang beberapa hari, Kamis malam, 4 Juli 2025, kecelakaan kembali terjadi di Desa Payo Atap, Kecamatan Pangkalan Lesung. Sepeda motor menghantam bagian belakang truk yang parkir tanpa lampu darurat di pinggir jalan. Akibatnya, pengendara motor mengalami luka serius dan dilarikan ke rumah sakit.

"Truknya parkir gelap-gelapan, tidak ada lampu tanda atau segitiga pengaman. Mana jalannya sepi dan gelap," ujar Rini, warga setempat yang melihat korban tewas.


Kecelakaan paling fatal terjadi pada Rabu pagi, 9 Juli 2025, tepat di depan SD Negeri Payo Atap, Kecamatan Pangkalan Lesung. Mobil pick-up Daihatsu Gran Max bertabrakan dengan truk Hino dari arah berlawanan. Sopir Gran Max tewas di tempat akibat benturan keras.

Menurut saksi, Jufri, mobil Gran Max melaju cukup kencang sebelum oleng dan menghantam truk. Polisi datang ke lokasi beberapa saat setelah kejadian dan mengevakuasi korban.

"Tabrakannya keras sekali, kami semua kaget. Warga langsung berlarian ke jalan. Sayangnya, sopir Gran Max sudah tidak tertolong," ujar Jufri.

Jenazah korban dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk proses identifikasi dan diserahkan ke keluarga.

Rangkaian kecelakaan ini memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan dan tindakan preventif dari kepolisian, khususnya Satuan Lalu Lintas Polres Pelalawan. 

Warga berharap ada langkah konkret untuk mencegah insiden serupa di kemudian hari, termasuk penertiban kendaraan parkir sembarangan dan pemantauan truk bermuatan berlebih.