Gunung Marapi Sumbar Batuk-batuk Lagi Pagi Ini

Erupsi-marapi-kamis-4-april.jpg
Gunung Marapi di perbatasan Kabupaten Agam dan Tanah Datar kembali erupsi, Jumat, 4 April 2025. (Istimewa)

Laporan: Herianto Wibowo 

RIAU ONLINE, BUKITTINGGI – Gunung Marapi di perbatasan Kabupaten Agam dan Tanah Datar kembali mengalami batuk-batuk, Jumat, 4 April 2025 pagi.

Gunung yang saat ini berstatus Level II (Waspada) itu kembali menyemburkan abu vulkanik berwarna kelabu tebal ke arah timur sekitar pukul 06.10 WIB.

Meski erupsi masih terjadi, volume abu vulkanik kali ini terpantau lebih kecil dibandingkan letusan pada Kamis, 3 April 2025 sore, dengan semburan abu mencapai ketinggian 1.500 meter atau 1,5 kilometer di atas puncak gunung.

Menurut Dodi, seorang warga Kecamatan Mandi Angin, Kota Bukittinggi, aktivitas erupsi Gunung Marapi sudah berlangsung secara terus-menerus sejak Selasa, 1 April 2025.

"Setiap pagi dan sore gunung erupsi, tapi yang tinggi terus tebal memang di hari Kamis sore kemarin," ujarnya.


Gunung Marapi Erupsi Tiga Hari Berturut-turut

Erupsi yang terjadi Jumat pagi ini merupakan bagian dari rangkaian aktivitas vulkanik yang telah berlangsung selama tiga hari terakhir.

Gunung Marapi mengalami erupsi sejak Selasa, 1 April 2025. Namun, tinggi kolom abu tidak terpantau karena tertutup awan. Letusan ini berlangsung selama 34 detik dengan amplitudo 30,6 mm.

Gunung Marapi kembali meletus dua kali, pada Rabu, 2 April 2025, dengan tinggi kolom abu masing-masing 350 meter dan 1.000 meter di atas puncak gunung.
https://trial.littlejourney.health/

Letusan terbesar dalam tiga hari terakhir terjadi pada Kamis, 3 April 2025, dengan kolom abu mencapai 1.500 meter.

Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak memasuki radius tiga kilometer dari pusat erupsi (Kawah Verbeek).