RIAU ONLINE, PEKANBARU - KPU Provinsi Riau meminta masyarakat, saling menahan diri agar tidak memicu konflik yang mengganggu pelaksanaan Pilkada Damai 2024. Termasuk dalam Pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri) 2024.
Hal itu disampaikan Ketua KPU Provinsi Riau, Rusidi Rusdan, berkaitan adanya beberapa cuitan di media sosial, yang diindikasi mengarah pada ujaran kebencian.
"Kita berharap setiap masyarakat, terutama pendukung Paslon Pilgubri, agar saling menjaga agar pelaksanaan Pilkada Damai 2024 berlangsung dengan baik dan lancar, hingga Pemungutan Suara di tanggal 27 November 2024. Jangan ada provokasi, agar kita dapat melaksanakan pesta demokrasi ini dalam suasana yang gembira," ujarnya.
Oleh karenanya, Rusidi meminta agar tidak ada ujaran kebencian atau saling menyindir di antara Paslon maupun pendukung Paslon. Sebaliknya, KPU Riau berharap seluruh masyarakat dapat berkontribusi dan menggunakan hak suaranya, untuk memilih salah satu Paslon yang dipercaya melalui hati nurani.
"Karena di Pilgubri ini, kita akan memilih calon kepala daerah yang akan memimpin Riau untuk 5 tahun kedepan," jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, sejumlah cuitan yang diduga menyindir Ustad Abdul Somad (UAS) dicuitkan oleh pendukung Paslon 03, yakni Zulkarnain Kadir melalui akun media sosialnya.
Atas cuitan-cuitannya, UAS telah memberikan teguran kepada Zulkarnain Kadir, melalui video yang beredar di media sosial.
"Assalamualaikum Pak Zulkadir, saya tengok komen bapak di Tiktok tentang saya itu, pedas-pedas betul. Rasa-rasanya saya tidak pernah buat salah ke bapak. Kalaupun saya salah, saya mohon maaf," ujar UAS.
UAS pun menegaskan bahwa perbedaan pilihan bukanlah kesalahan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Apalagi, Indonesia menganut paham demokrasi.
"Kalau beda pilihan (Paslon), saya kira itu bukan masalah, kita negara demokrasi. Pilkada ini sementara pak, tetapi bersaudara itu selamanya," tegasnya.
Lebih lanjut, UAS mengimbau kepada Zulkadir maupun oknum lain yang membenci dirinya agar tidak terang-terangan menyatakan kebencian di media sosial. Sehingga, jejak digital tersebut tidak terekam selamanya.
"Kalaupun membenci saya, jangan ada jejak digitalnya, jangan sampai di screenshot. Supaya, entah kapan kita bisa minum kopi bersama, enak kita ketawa," pungkasnya.
Adapun beberapa komentar pedas Zulkadir yang dicuitkan melalui akun media sosialnya, diantaranya sebagai berikut:
"Kalau sudah jadi tim kampanye, tim sukses, tim pemenang Paslon udah politikus dia. Sudah sama dengan yang lain, tak perlu kita jaga kehormatannya, karena niatnya sama, memenangkan Paslon yang didukungnya," pada cuitannya 3 hari lalu.
Diketahui, UAS merupakan ulama yang secara terang-terangan menyatakan dukungan kepada Paslon Abdul Wahid-SF Hariyanto. Paslon tersebut adalah pesaing Paslon Syamsuar - Mawardi selain Paslon lainnya, yakni Nasir - Wardan di Pilgubri 2024-2029.
Entah menanggapi teguran UAS atau hanya kebetulan, Zulkadir kembali mengunggah status di akun tiktoknya pada hari ini dengan cuitan "Kalau main politik jangan Baper (terbawa perasaan), kalau baperan jangan berpolitik, Suwai," tulisnya.

