RIAU ONLINE, PEKANBARU-UIN Suska riau resmi menjalin kerjasama Riset Internasional dengan Fraunhofer Institute for Solar Energy Systems (ISE) dengan penandatanganan Letter of Intent (LOI) pada 2 November 2023 lalu.
LOI ini mencakup poin-poin utama seperti kolaborasi riset dan proyek, serta program post-doktoral.
Wakil Dekan lll Fakultas Sains dan Teknologi UIN Suska Riau, Kunaifi mengungkapkan Program Studi Teknik Elektro menjadi Program S1 pertama di Indonesia yang berfokus pada energi berkelanjutan.
"Sudah lebih dari 10 tahun, UIN Suska Riau berperan aktif dalam pengembangan energi terbarukan Indonesia, khususnya pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Sehingga lebih dari 52 persen PLTS atap yang dibangun di Indonesia melibatkan alumni UIN Suska Riau," ujarnya saat diwawancarai RIAUONLINE.CO.ID, Sabtu 11 November 2023.
"Sehingga alumni dari UIN Suska Riau terlibat dalam PLTS Terapung di Denpasar yang ditampilkan oleh Presiden Jokowi kepada para pemimpin dunia dalam acara G20 di Bali," tambahnya.
Ia menyebutkan, untuk produksi pangan dan produksi listrik oleh PLTS sama-sama memerlukan lahan yang cukup luas. Sehingga menyebabkan adanya persaingan penggunaan lahan antara pangan dan energi, sebagai menghambat pencapaian target kapasitas instalasi PLTS nasional.
"Daripada pangan dan listrik saling bersaing, kenapa tidak digabungkan secara harmonis, sehingga lahan yang sama dapat menghasilkan pangan dan listrik secara bersamaan," tuturnya.
Menurutnya, Fraunhofer ISE adalah salah satu lembaga yang paling awal dan paling maju di dunia, dalam riset Agrivoltaic. Melalui kerjasama yang telah disepakati, UIN Suska Riau akan menjadi mitra penting Fraunhover ISE di Asia Tenggara.
"Sehingga bentuk Kerjasama ini ialah kolaborasi sepadan. Kedua belah pihak memberi dan menerima secara seimbang," katanya.
Kunaifi berharap, UIN Suska Riau akan menjadi pioneer dalam riset dan pengembangan Agrivoltaic di Indonesia melalui transfer pengetahuan dan pengalaman dari Fraunhofer ISE.
"Sebab pengalaman UIN suska Riau dalam bidang Energi terbarukan dan Pertanian telah lebih 10 tahun, sehingga harapan tersebut cukup realistis," pungkasnya.
Sementat, Fraunhofer ISE adalah lembaga riset terkemuka yang berpusat di Munich, Jerman dan memiliki banyak cabang di Eropa, Amerika, dan benua lainnya.
Fraunhofer ISE berfokus pada penciptaan dan pengembangan teknologi energi matahari, seperti sel surya baru, pembangkit listrik tenaga panas matahari, penyimpanan energi listrik, modul fotovoltaik, bangunan hemat energi, teknologi hidrogen, dan proses industri.
Artikel ini ditulis Annisa Alzikri, peserta program Magang Bersertifikat Kampus Merdeka di RIAU ONLINE

