Terbengkalai, Proyek Payung Elektronik Masjid Annur Ditutupi Seng

Payung-Elektrik-Annur8.jpg
Terbengkalai, Proyek payung elektronik masjid Annur ditutupi seng/Riau online/Sofiah (Riau online/Sofiah)

RIAU ONLINE, PEKANBARU-Pantauan di lapangan terhadap 6 payung elektrik terlihat memprihatinkan. Itu terjadi pasca putus kontrak pengerjaan proyek payung elektrik Rp42 M antara pemerintah Provinsi Riau dengan PT Bersinar Jestive Mandiri (BJM).

 

Payung yang digadang-gadang megah itu, kini terlihat seperti tinggal kerangka saja. Keenam payung itu berpagar seng merah maroon. Di lokasi juga tidak ada aktivitas pekerja. 

 

Pantauan RIAU ONLINE pada Jumat, 5 Mei 2023, setiap payung memiliki delapan lengan atau membran. Ada yang terlihat menguncup ada juga yang setengah menguncup.

 

Dari setiap membran itu dilapisi seng. Belum diketahui pasti untuk apa. Entah untuk kabel atau bagaimana.

 


Kemudian, cover atau terpal yang berwarna putih tampak diikat memutar mengelilingi kerangka yang setengah menguncup. Di sana ada dua payung yang menguncup total dan empat lainnya masih setengah menguncup.

 

Proyek ini dikabarkan putus kontrak setelah dua kali perpanjangan. Kemudian, tragedi hujan es. Hingga akhirnya pemutusan kontrak itu terjadi pada 8 April 2023.

 

Belum lagi pernyataan Sekdaprov Riau SF Hariyanto beberapa waktu lalu mengenai tenaga ahli payung elektrik itu palsu. Hal ini semakin membuat geram warga masyarakat Riau mengenai manajemen proyek yang ada di Bumi Lancang Kuning.

 

 

"Padahal ini proyek masjid, rumah ibadah loh. Tapi, kenapa bisa terbengkalai seperti ini. Harus diusut agar masyarakat tidak menduga-duga yang mengarah pada dugaan tindak pidana korupsi," kata salah satu masyarakat yang berkunjung, Feri.

 

Menurutnya, dengan adanya pernyataan Sekdaprov Riau yang sempat viral itu, masalah payung elektrik bisa segera diselediki langsung oleh pihak berwajib. "Panggil semua yang terlibat dalam proyek ini," harapnya.