Diskes Kuansing Tunggu Kelengkapan Data Pemilik Klinik yang Potong Penis Bocah

Aswandi.jpg
(Robi Susanto/Riau online)

RIAU ONLINE, TELUK KUANTAN-Dinas Kesehatan Kabupaten Kuansing saat ini masih menunggu kelengkapan data pemilik Klinik yang menyelenggarakan acara sunat massal gratis yang digelar Minggu, 18 Desember 2022 kemarin.


Akibat acara sunat massal tersebut satu anak menjadi korban. Penisnya terpotong melebihi ukuran oleh oknum perawat yang bertugas saat itu. Acara sunat massal di gelar di Klinik Pratama Harapan di Desa Pesikaian, Kecamatan Cerenti.

"Kita akan cek seluruh kelengkapan data acara sunat massal kemarin. Besok (Kamis,red) kita kasih batas waktu agar pemilik klinik menyerahkan ke Diskes Kuansing," kata Kepala Diskes Kuansing, Aswandi ditemui diruang kerjanya, Rabu, 21 Desember 2022.

Aswandi mengatakan hasil turun lapangan kemarin diketahui kalau tenaga kesehatan yang menjadi petugas sunat ini bukan perawat dari Kuansing tapi berasal dari Batang Paranap, Indragiri Hulu.


 

 

 

"Kita sudah minta STR dan SIP yang bersangkutan. Kalau STR itu boleh dimana saja, yang tidak boleh itu SIP," kata Aswandi.

Terkait sanksi katanya pihaknya akan mengecek kelengkapan melakukan kegiatan sunat massal. Apakah ada pendelegasian dari dokter ini juga akan bisa dilihat besok. "Besok (Kamis,red) kita tunggu kelengkapan data mereka," katanya.