Harimau Sumatera tampak berkeliaran di pemukiman warga di Kanal 25 Simpang Kanan Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir, Selasa, 23 Mei 2017
(RIAUONLINE.CO.ID/ISTIMEWA)
RIAU ONLINE, PEKANBARU - Pelarian Bonita, harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang diduga menyebabkan dua warga kabupaten Indragiri Hilir meninggal dunia akhirnya usai sudah. Kabar terakhir, sang raja rimba ini berhasil dilumpuhkan dengan senapan bius Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau pada Jumat 16 Maret 2018 malam ini.
Kepala BBKSDA Riau, Suharyono mengatakan telah berhasil menembak bius Bonita sekitar pukul 20.00 WIB tadi. Selanjutnya, pihaknya akan segera melakukan observasi sesaat setelah berhasil mendekati si kucing besar itu.
Baca juga: BREAKING NEWS: Pelarian Bonita Berakhir Di Senapan Bius Sniper BBKSDA Riau
Jika kondisi kesehatan Bonita memungkinkan, lanjutnya, harimau tersebut akan langsung direlokasi ke Pusat Rehabilitasi Harimau di Sumatera Barat.
"Yang jelas tidak dibawa ke Pekanbaru. Kami akan bawa ke Dharmasaraya Sumbar. Kenapa disana? Karena peralatan dan tim lebih lengkap dan siap di sana," tuturnya.
Bonita, harimau sumatera betina yang diperkirakan berusia 4 tahun dalam dua bulan terakhir berkeliaran di areal pemukiman warga dan perkebunan sawit PT THIP.
Jumiati, menjadi korban pertama yang meninggal pada awal Januari 2018. Perempuan berusia 33 tahun tersebut diserang Bonita saat bekerja di KCB 76 Blok 10 Afdeling IV Eboni State, Desa Tanjung Simpang, Pelangiran, Indragiri Hilir.
Terakhir, Yusri Efendi (34) meregang nyawa di desa yang sama, namun berjarak sekitar 15 kilometer dari lokasi tewasnya Jumiati. (**/1)
Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE
Follow Twitter @red_riauonline
Subscribe Channel Youtube Riau Online,
Follow Instagram riauonline.co.id